Jumat, 07 Oktober 2011

propagasi

Propagasi

From SpeedyWiki

Apabila kita berbicara tentang propagasi maka kita menyentuh pengetahuan yang berhubungan dengan pancaran gelombang radio. Seperti kita ketahui bahwa apabila kita transmit, pesawat kita memancarkan gelombang radio yang ditumpangi oleh audio kita. Gelombang radio tadi diterima oleh receiver lawan bicara kita dan oleh receiver itu gelombang radionya dihilangkan dan audio kita ditampung melalui speaker.
Gelombang radio yang dipancarkan tadi berupa gelombang elektromagnetik bergerak menuruti garis lurus. Gelombang radio mempunyai sifat seperti cahaya, ia dapat dipantulkan, dibiaskan, direfraksi dan dipolarisasikan. Kecepatan rambatanya sama dengan kecepatan sinar ialah 300.000 km tiap detik Dapat kita bayangkan bila gelombang radio bisa mengelilingi dunia, maka dalam satu detik bisa keliling dunia 7 kali.
Kita ketahui bahwa dunia kita berbentuk bulat seperti bola, akan tetapi pancaran gelombang radio high frequency dari Indonesia bisa sampai di Amerika Serikat yang terletak dibalik bumi sebelah sana, padahal ia bergerak menuruti garis lurus. Phenomena alam seperti tersebut tadi dapat dijelaskan sebagai uraian di bawah ini.
Di angkasa luar, ialah di luar lapisan atmosphere bumi terdapat lapisan yang dinamakan ionosphere. Ionosphere adalah suatu lapisan gas yang terionisasi sehingga mempunyai muatan listrik, lapisan ini berbentuk kulit bola raksasa yang menyelimuti bumi. Lapisan ini dapat berpengaruh kepada jalannya gelombang radio.
Pengaruh-pengaruh penting dari ionosphere terhadap gelombang radio adalah bahwa lapisan ini mempunyai kemampuan untuk membiaskan dan memantulkan gelombang radio. Kapan gelombang radio itu dipantulkan dan kapan gelombang radio dibiaskan atau dibelokkan tergantung kepada frekuensinya dan sudut datang gelombang radio terhadap ionosphere.
Frekuensi gelombang radio yang mungkin dapat dipantulkan kembali adalah frekuensi yang berada pada range Medium Frequency (MF) dan High Frequency (HF). Adapun gelombang radio pada Very High Frequency (VHF) dan Ultra High Frequency (UHF) atau yang lebih tinggi, secara praktis dapat dikatakan tidak dipantulkan oleh ionosphere akan tetapi hanya sedikit dibiaskan dan terus laju menghilang ke angkasa luar. Gelobang radio yang menghilang ke angkasa luar tadi dalam istilah propagasi dikatakan SKIP.

Contents

Pembagian Band Frekuensi Radio

Very Low Frequency  VLF      3 - 30 KHZ 
Low Frequency   LF      30 - 300 KHz 
Medium Frequency  MF     300 - 3.000 KHz 
High Frequency   HF       3 - 30 MHz 
Very High Frequency  VHF     30 - 300 MHz 
Ultra High Frequency  UHF    300 - 3.000 MHz 
Super High Frequency  SHF      3 - 30 GHz 
Extremely High Frequency EHF     30 - 300 GHz 
Oleh karena gelombang radio pada range MF dan HF dapat dipantulkan oleh ionosphere, maka gelombang yang dipancarkan ke udara dapat balik lagi ke bumi di tempat yang cukup jauh. Oleh bumi gelombang tadi dapat dipantulkan lagi balik ke angkasa dan oleh ionosphere dipantulkan ulang balik ke bumi.
Dengan pantulan bolak balik ini, maka gelombang radio dapat mencapai jarak sangat jauh dan dengan demikian dapat mencapai belahan bumi di balik sana.
Dalam istilah propagasi, pantulan yang hanya sekali bolak balik dinamakan single hop dan yang berkali-kali dinamakan multiple hop. Sudah barang tentu dalam perjalanannya, gelobang radio akan mengalami pengurangan kekuatannya dan juga efisiensi setiap kali pantulan akan mengurangi pula kekuatan gelombang radio sehingga pancaran dengan multi hop akan lebih lemah dibanding dengan single hop.


Hubungan Frekuensi dan Pantulan

Makin tinggi frekuensi gelombang radio, dapat dikatakan secara praktis makin sulit dipantulkan oleh ionosphere. Untuk gelombang yang cukup rendah misalnya pada band 160 meter, gelombang yang dipancarkan hampir tegak lurus ke atas dapat dipantulkan balik ke bumi.
Dengan sudut pantul yang hampir tegak lurus tersebut, jarak capai kembali ke bumi relatif sangat dekat (untuk single hop). Untuk mencapai jarak yang jauh diperlukan multiple hop, dan sudah barang tentu kekuatanya menjadi lemah, sihingga untuk mencapai jarak yang cukup jauh pada band tersebut atau band-band rendah yang lain diperlukan daya pancar pesawat yang relatif lebih besar.
Makin tinggi frekuensi gelobang radio, agar dapat dipantulkan oleh ionosphere diperlukan sudut yang makin kecil. Dengan sudut pantul yang kecil tersebut jarak capai pantulannya ke bumi makin jauh. Pada Very High Frequency sudut pantul yang diperlukan sangat kecil sehingga secara praktis tidak mungkin dilakukan. Kita telah rasakan bersama bahwa apabila kita bekerja pada band 10 meter, dengan daya pancar yang relatif kecil, misalnya 5 Watt sudah dapat mencapai benua Amerika dan benua Eropa.
Agar kita mendapatkan sudut pancaran yang efektif untuk setiap band frekuensi, diperlukan pemilihan jenis antena yang tepat. Setiap jenis antena cenderung mempunyai pola radiasi yang berbeda dan dengan mempelajari berbagai pola radiasi dari berbagai jenis antena, kita dapat memperoleh jenis antena yang tepat untuk band-band tertentu.
Dengan sifat gelombang MF dan HF seperti telah diuraikan tadi, maka untuk keperluan komuniksi jarak jauh kita cenderung menggunakan high frequency.
Karena gelombang radio pada high frequency dapat mencapai jarak yang jauh dengan hanya mengharapkan bantuan dari benda-benda alam yang ada disekeliling bumi atau dikatakan pancaran secara teresterial.
Dengan dikembangkannya satelit komunikasi radio yang dapat bertidak sebagai repeater atau pancar ulang, maka teknologi ini memberikan era baru dalam propagasi radio, ialah dengan dimungkinkannya pancaran pada band-band frekuensi di atas HF untuk mencapai jarak jauh.
Oleh karena secara praktis gelombang radio pada range di atas HF tidak dipantulkan oleh ionosphere, maka ia dapat menembus angkasa luar dengan efisien dan mencapai satelit dengan baik.


Jarak SKIP (SKIP Distance)

Istilah skip dapat diterjemahkan sebagai menghilang, artinya gelombang radio tadi tidak terpantul kembali lagi ke bumi akan tetapi menghilang ke angkasa luar. Gelombang radio pada band tinggi yang dipancarkan ke udara dengan sudut yang besar tidak dipantulkan lagi ke bumi dan menghilang ke angkasa. Ini amat dirasakan apabila kita bekerja pada band-band 15, 12 dan 10 meter. Gelombang radio pada frekuensi-frekuensi ini tidak dapat mencapai jarak yang dekat, karena untuk mencapai jarak dekat diperlukan sudut yang basar padahal gelombang dengan sudut besar tidak dipantulkan balik ke bumi.
Sebenarnya transmisi kita untuk dapat mencapai stasiun lawan tidak hanya lewat pantulan ionosphere yang disebut sky wave, akan tetapi sebagian transmisi dipancarkan juga secara langsung atau ground wave. Akan tetapi pancaran yang melalui ground wave ini tidak dapat mencapai jarak jauh, hanya beberapa kilometer saja, sehingga harapan untuk dapat melakukan komunikai jarak jauh cenderung bersandar kepada sky wave.
Jarak terjauh dari pemancar kita yang tidak dapat menerima pancaran kita melalui sky wave disebut jarak skip atau skip distance.
Sedangkan daerah yang tidak dapat dijangkau oleh pancaran radio karena jarak yang terlalu dekat untuk suatu frekuensi tertentu, sehingga pancaran gelombang radio skip ke angkasa luar disebut daerah skip atau skip zone.
Skip zone benbentuk gelang mengelilingi pemancar kita dengan diameter dalam sejauh pancaran gound wave dan diameter luar sejauh skip distance. Oleh karena jarak capai ground wave sangat kecil, maka praktis diameter dalam dari skip zone diabaikan sehingga skip zone berbentuk lingkaran dengan diameter sebesar skip distance.


Ionosphere

Ionosphere yang menyelimuti bumi kita ini dapat terdiri atas beberapa lapis, antara lain yang disebut lapisan D, E dan lapisan F. Lapisan D adalah lapisan yang paling rendah, sedangkan E adalah lapisan di atasnya dan disusul dengan lapisan F yang merupakan lapisan teratas. Tinggi lapisan F adalah sekitar 280 kilometer sedangkan lapisan E sekitar 100 kilometer diatas permukaan bumi.
Pada siang hari lapisan F terpecah menjadi dua ialah F1 dan F2 masing-masing mempunyai ketinggian sekitar 225 kilomter dan 320 kilometer. Sedangkan pada malam hari kedua lapisan tersebut bergabung lagi menjadi satu lapisan tunggal ialah lapisan F. Lapisan F inilah yang mempunyai arti penting dalam pancaran gelombng radio teresterial, dimana komunikasi jarak jauh bersandar kepada kondisi lapisan ini.
Kesempurnaan pemantulan yang dilakukan oleh lapisan ionosphere cenderang tergantung kepada kesempurnaan ionisasi dari lapisan tersebut. Lapisan ionosphere yang terionisasi secara sempurna merupakan lapisan yang masif dan mempunyai daya pantul cukup baik pada gelombang radio. Kondisi propagasi pada malam hari dalam keadaan normal sehari-hari pada umumnya cenderung lebih baik daripada siang hari. Hal ini disebabkan karena pada siang hari terjadi terjadi lapisan ionosphere tambahan (lapisan D) yang terionisasi kurang sempurna sehingga menghambat pantulan gelombang radio kembali ke bumi.
Kekuatan pemantulan oleh lapisan ionosphere cenderung tergantung kepada kesempurnaan ionisasi lapisan tersebut. Lapisan ionosphere yang ter-ion secara sempurna merupakan lapisan yang masif dan mempunyai daya pantul baik terhadap gelombang radio. Kondisi propagasi pada malam hari cenderung lebih baik daripada siang hari. Hal ini disebabkan karena pada siang hari terjadi lapisan D yang terionisasi kurang sempurna dan menyerap gelombang radio terutama pada band 160 dan 80 meter.
Fading yang kadang-kadang kita alami disebabkan karena kedaan ionisasi lapisan ionosphere yang tidak stabil.
Phenomena alam lainnya terjadi pada saat matahari terbit dan pada saat matahari terbenam dimana komunikasi jarak jauh pada low band menjadi sangat baik.
Para penggemar komunikasi jarak jauh, terutama pada low band sering menggunakan kesempatan ini untuk dapat berkomunikasi dengan rekan-rekan amatir ditempat yang jauh, phenomena alam semacam ini dapat dijelaskan sebagai berikut.
Pada waktu matahari mulai terbit, mulailah terjadi lapisan ionosphere tambahan dibawah lapisan ionosphere utama dan ujung dari lapisan ionosphere tambahan, yang biasa disebut grey area, mempunyai sifat dapat membiaskan pancaran gelombang radio sedemikian rupa sehingga mencapai lapisan ionosphere utama dengan sudut kecil sehingga pantulannya ke bumi lebih jauh. Suatu jarak tertentu yang biasanya dicapai dengan multiple hop pada saat tersebut bisa dicapai dengan single hop.
Sifat lain dari ionosphere ialah bahwa ionisasi yang terjadi tidak selalu dapat merata pada seluruh bidang ionosphere, kondisi semacam ini sering kali dialami oleh para penggemar komunikasi jarak jauh. Biasanya para penggemar komunikasi jarak jauh menggunakan antena pengarah dan untuk komunikasi dengan rekan misalnya dengan stasiun dari Jepang ia mengarahkan antenanya ke arah utara (short path), akan tetapi pada suatu saat tertentu antena harus diarahkan ke selatan (berbalik 180 derajat) untuk memperoleh signal yang lebih besar (long path). Hal ini disebabkan karena kondisi ionosphere di belahan bumi selatan lebih bagus daripada belahan bumi sebelah utara.

Pengaruh SunSpot Terhadap Propagasi

Ionisasi yang terjadi pada lapisan ionosphere disebabkan oleh sinar matahari, ialah pelucutan elektron-elektron dari atom-atom gas pada lapisan ionosphere, sehingga terjadilah ion-ion (ion adalah atom yang kehilangan sebagian elektronnya sehingga bermuatan listrik). Terjadinya serta kondisi lapisan ionosphere tergantung pada aktivitas matahari.
Matahari adalah bola raksasa dari plasma (plasma adalah atom yang kehilangan seluruh elektronnya) dan disitu terjadi reaksi nuklir fisi.
Reaksi nuklir fisi adalah reaksi penggabungan inti-inti atom ringan dan dalam reaksi ini terjadilah pelepasan tenaga ikat (binding energy) dari inti-inti atom yang mengadakan reaksi. Tenaga ikat yang berupa sebagian massa inti atom itu berubah menjadi energi yang sebagian besar berujud pancaran thermis atau pancaran sinar panas.
Aktivitas reaksi inti tersebut tidak merata pada seluruh permukaan matahari, ada daerah-daerah tertentu di permukaan matahari dimana terjadi aktivitas yang sangat tinggi, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daerah permukaan matahari yang lain. Apabila kita amati foto permukaan matahari, maka daerah yang aktivitasnya memuncak tersebut terlihat sebagai bintik hitam yang terkenal dengan nama bintik-bintik matahari atau sun spot.
Oleh karena matahari mengadakan rotasi (berputar pada porosnya) maka sun spot tersebut kelihatan bergerak dan akan tidak terlihat lagi setelah 28 hari. Banyaknya jumlah sun spot pada permukaan matahari menunjukkan derajad aktivitas dari matahari dan ini akan berpengaruh terhadap pembentukan ionosphere. Makin banyak sun spot yang terjadi, makin sempurna ionisasi lapisan ionosphere sehingga makin bagus ionosphere memantulkan gelombang radio dan dengan demikian kondisi propagasi gelombang radio menjadi makin baik.
Aktivitas matahari ini pada waktu tertentu naik dan pada waktu tertentu menurun, naik turunnya berlangsung secara teratur. Periodisasi naik dan turunnya aktivitas matahari berkisar antara 9 dan 13 tahun, atau rata-rata setiap 11 tahun.
Pada sekitar tahun 1989 sampai 1992 aktivitas matahari berada pada tingkat puncak, kemudian makin menurun dan akan menduduki puncaknya kembali 11 tahun kemudian. Tingkat aktivitas matahari ditandai dengan timbulnya banyak sun sop di permukaan matahari. Kondisi propagasi pada posisi puncak akivitas matahari ini sangat dinantikan oleh para amatir radio penggemar komunikasi jarak jauh.
Pembiasan ini terjadi karena gelombang elektromagnetik bergerak melewati medium dengan kerapatan yang berbeda dan mengakibatkan perubahan pada vector kecepatan gelombang dan dengan demikian arah gerakannya akan terbias. Pembiasan yang terjadi pada lapisan troposphere ini terjadi berulang-ulang.
Phenomena lain yang terjadi dengan gelombang radio terutama pada frekuensi antara 50-60 MHz (VHF) ialah tropospheric scattering. Dengan kemampuan troposphere mengadakan scattering pada gelombang radio, maka gelombang radio pada band 6 meter tersebut di atas, setelah masuk kelapisan troposphere dapat bergerak mengikuti lengkungan lapisan troposphere dan tidak tembus ke angkasa luar.
Gerakannya mengikuti lapisan troposphere ini dapat mencapai jarak yang cukup jauh, ialah dapat mencapai jarak puluhan ribu kilometer. Pada suatu tempat yang sangat jauh tersebut, ia dapat dibiaskan kembali ke bumi dan dapat ditangkap oleh pesawat radio di tempat tersebut.
Kondisi troposphere yang memberikan kemungkinan untuk mengadakan komunikasi jarak jauh tersebut di atas tidak terjadi setiap saat. Berbeda halnya dengan kondisi propagasi ionospheric pada band HF, maka kapan terjadinya kondisi propagasi tropospheric yang baik seperti tersebut di atas belum cara peramalan yang seksama.
Kecuali propagasi tropospheric, komunikasi teresterial jarak jauh pada band VHF dapat pula dilakukan dengan bantuan benda-benda angkasa. Benda-benda angkasa seperti bulan dan batu meteor mempunyai kemampuan pula untuk memantulkan gelombang radio kembali ke bumi. Rekan-rekan amatir telah banyak mengadakan kegiatan eksperimen komunikasi jarak jauh dengan menggunakan pantulan bulan pada band VHF yang disebut Earth Moon Earth (E.M.E).
Rekan-rekan amatir radio dari beberapa negara biasanya membuka E.M.E. communication pada setiap DX-pedition.
Jumlah sun spot yang terjadi pada suatu waktu tertentu diberikan ukuran dengan istilah sun spot number. Angka ini sangat berguna untuk peramalan kondisi propagasi pada suatu waktu tertentu. Pada saat ini telah tersedia suatu program komputer yang digunakan untuk meramalkan kondisi propagasi dan untuk mengadakan ramalan tersebut diperlukan masukan berupa sun spot number yang bisa didapatkan dari internet. Ramalan propagasi ini sangat berguna terutama bagi rekan-rekan amatir radio yang gemar mengikuti kontes-kontes radio internasional.

Propagasi Tropospheric

Berbeda dengan ionosphere yang merupakan andalan propagasi gelombang radio high frekuensi yang dipancarkan secara teresterial, maka berikut ini kita menengok sejenak ke lapisan lain yang juga menyelimuti bumi, ialah troposphere. Troposphere adalah suatu lapisan pada atmosphere bumi dengan ketinggian sekitar 10 kilometer, lapisan ini terdiri terutama atas gas oksigen, gas nitrogen uap air dan kristal es, ia mempunyai arti tersendiri pada propagasi dengan kemampuannya mengadakan pembiasan dan scaterring (pembauran) gelombang elektromagnetik.


Pantulan Benda-Benda Angkasa

Kecuali bulan, batu-batu meteor dapat pula dimanfaatkan untuk membantu komunikasi jarak jauh pada band VHF.
Kita tahu bahwa setiap periode waktu tertentu, bumi kita dalam peredarannya bergerak melewati daerah meteor. Ini ditandai dengan adanya hujan meteor, ialah suatu pesta kembang api di angkasa. Pada tahun 1999 untuk waktu beberapa hari, bumi melewati daerah meteor ini. Amatir radio banyak bereksperimen komunikasi pada band VHF dengan memanfaatkan kemampuan meteor memantulkan gelombang radio.


Pranala Menarik

Pranala Menarik

Kamis, 06 Oktober 2011

sejarah VISUAL BASIC.

Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman (COM).
Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat.
Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda.[1]
Para programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan komponen-komponen yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic Program-program yang ditulis dengan Visual Basic juga dapat menggunakan Windows API, tapi membutuhkan deklarasi fungsi luar tambahan.[1]
Dalam pemrograman untuk bisnis, Visual Basic memiliki pangsa pasar yang sangat luas.[1] Sebuah survey yang dilakukan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa 62% pengembang perangkat lunak dilaporkan menggunakan berbagai bentuk Visual Basic, yang diikuti oleh C++, JavaScript, C#, dan Java.[1]

Sejarah

Bill Gates, pendiri Microsoft, memulai bisnis perangkat lunak dengan mengembangkan interpreter bahasa Basic untuk Altair 8800, untuk kemudian ia ubah agar dapat berjalan di atas IBM PC dengan sistem operasi DOS. Perkembangan berikutnya ialah diluncurkannya BASICA (basic-advanced) untuk DOS. Setelah BASICA, Microsoft meluncurkan Microsoft QuickBasic dan Microsoft Basic (dikenal juga sebagai Basic Compiler).
Visual Basic adalah pengembangan dari bahasa komputer BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code). Bahasa BASIC diciptakan oleh Professor John Kemeny dan Thomas Eugene Kurtz dari Perguruan Tinggi Dartmouth pada pertengahan tahun 1960-an.[2] Bahasa program tersebut tersusun mirip dengan bahasa Inggris yang biasa digunakan oleh para programer untuk menulis program-program komputer sederhana yang berfungsi sebagai pembelajaran bagi konsep dasar pemrograman komputer.
Sejak saat itu, banyak versi BASIC yang dikembangkan untuk digunakan pada berbagai platform komputer,[2] seperti Microsoft QBASIC, QUICKBASIC, GWBASIC, IBM BASICA, Apple BASIC dan lain-lain.
Apple BASIC dikembangkan oleh Steve Wozniak, mantan karyawan Hewlett Packard dan teman dekat Steve Jobs (pendiri Apple Inc.).[2] Steve Jobs pernah bekerja dengan Wozniak sebelumnya (mereka membuat game arcade “Breakout” untuk Atari). Mereka mengumpulkan uang dan bersama-sama merakit PC, dan pada tanggal 1 April 1976 mereka secara resmi mendirikan perusahaan komputer Apple. Popularitas dan pemakaian BASIC yang luas dengan berbagai jenis komputer turut berperan dalam mengembangkan dan memperbaiki bahasa itu sendiri, dan akhirnya berujung pada lahirnya Visual Basic yang berbasis GUI (Graphic User Interface) bersamaan dengan Microsoft Windows. Pemrograman Visual Basic begitu mudah bagi pemula dan programer musiman karena ia menghemat waktu pemrograman dengan tersedianya komponen-komponen siap pakai.[2]
Hingga akhirnya Visual Basic juga telah berkembang menjadi beberapa versi, sampai yang terbaru, yaitu Visual Basic 2010. Bagaimanapun juga Visual Basic 6.0 tetap menjadi versi yang paling populer karena mudah dalam membuat programnya dan ia tidak menghabiskan banyak memori.[2]
Sejarah BASIC di tangan Microsoft sebagai bahasa yang diinterpretasi (BASICA) dan juga bahasa yang dikompilasi (BASCOM) membuat Visual Basic diimplementasikan sebagai gabungan keduanya.[3] Programmer yang menggunakan Visual Basic bisa memilih kode bahasa pemrograman yang dikompilasi atau kode yang harus bahasa pemrograman yang diinterpretasikan sebagai hasil porting dari kode VB.[3] Sayangnya, meskipun sudah terkompilasi jadi bahasa mesin, DLL bernama MSVBVMxx.DLL tetap dibutuhkan. Namun karakteristik bahasa terkompilasi tetap muncul (ia lebih cepat dari kalau kita pakai mode terinterpretasi).[3]

[sunting] Perkembangan Visual Basic

Visual Basic 1.0 dikenalkan pada tahun 1991. Konsep pemrograman dengan metode drag-and-drop untuk membuat tampilan aplikasi Visual Basic ini diadaptasi dari prototype generator form yang dikembangkan oleh Alan Cooper dan perusahaannya, dengan nama Tripod. Microsoft kemudian mengontrak Cooper dan perusahaannya untuk mengembangkan Tripod menjadi sistem form yang dapat diprogram untuk Windows 3.0, di bawah kode nama Ruby.
Tripod tidak memiliki bahasa pemrograman sama sekali. Ini menyebabkan Microsoft memutuskan untuk mengkombinasikan Ruby dengan bahasa pemrograman Basic untuk membuat Visual Basic.

Dari waktu ke waktu

  • Proyek Thunder dimulai.
  • Visual Basic 1.0 dirilis untuk Windows pada Comdex/Windows Trade Show di Atlanta, Georgia pada Mei 1991.
  • Visual Basic 1.0 untuk DOS dirilis pada September 1992. Bahasa pemrogramannya sendiri tidak terlalu kompatibel dengan Visual Basic untuk Windows, karena sesungguhnya itu adalah versi selanjutnya dari kompiler BASIC berbasis DOS yang dikembangkan oleh Microsoft sendiri, yaitu QuickBASIC. Antarmuka dari program ini sendiri menggunakan antarmuka teks, dan memanfaatkan kode-kode ASCII tambahan untuk mensimulasikan tampilan GUI.
  • Visual Basic 2.0 dirilis pada November 1992. Lingkungan pemrogramannya lebih mudah untuk digunakan, dan kecepatannya lebih ditingkatkan.
  • Visual Basic 3.0 dirilis pada musim semi 1993 dan hadir dalam dua versi: Standar dan Professional. VB3 juga menyertakan versi 1.1 dari Microsoft Jet Database Engine yang dapat membaca dan menulis database Jet/Access 1.x.
  • Visual Basic 4.0 (Agustus 1995) adalah versi pertama yang dapat membuat program 32-bit seperti program 16-bit. VB4 juga memperkenalkan kemampuannya dalam membuat aplikasi non-GUI. Bila versi sebelumnya menggunakan kontrol VBX, sejak VB4 dirilis Visual Basic menggunakan kontrol OLE (dengan ekstensi file *.OCX), yang lebih dikenal kemudian dengan kontrol ActiveX.
  • Dengan versi 5.0 (Februari 1997), Microsoft merilis Visual Basic eksklusif untuk versi 32-bit dari Windows. Para programmer yang lebih memilih membuat kode 16-bit dapat meng-impor program yang ditulis dengan VB4 ke versi VB5, dan program-program VB5 dapat dikonversi dengan mudah ke dalam format VB4.
  • Visual Basic 6.0 (pertengahan 1998) telah diimprovisasi di beberapa bagian, termasuk kemampuan barunya, yaitu membuat aplikasi web. Meskipun kini VB6 sudah tidak didukung lagi, tetapi file runtime-nya masih didukung hingga Windows 7.

Pemrograman Berorientasi Objek (OOP)

Visual Basic merupakan bahasa yang mendukung Pemrograman berorientasi objek , namun tidak sepenuhnya, Beberapa karakteristik obyek tidak dapat dilakukan pada Visual Basic, seperti Inheritance tidak dapat dilakukan pada class module, Polymorphism secara terbatas bisa dilakukan dengan mendeklarasikan class module yang memiliki Interface tertentu. Visual Basic (VB) tidak bersifat case sensitif.[4]

Desain Visual dan Komponen

Visual Basic menjadi populer karena kemudahan desain form secara visual dan adanya kemampuan untuk menggunakan komponen-komponen ActiveX yang dibuat oleh pihak lain.[5] Namun komponen ActiveX memiliki masalahnya tersendiri yang dikenal sebagai DLL hell,Pada Visual Basic .NET, Microsoft mencoba mengatasi masalah DLL hell dengan mengubah cara penggunaan komponen (menjadi independen terhadap registry).[5]

visual basic.

Visual Basic 6.0 adalah bahasa pemrograman yang beroperasi dalam lingkup Ms. Windows yang banyak digemari para pengguna saat ini. Karena VB (panggilan populernya) termasuk bahasa pemrograman, maka didalamnya berisi perintah atau instruksi yang dapat dicerna oleh komputer untuk mengerjakan tugas tertentu
Visual Basic memiliki kemampuan yang berguna untuk membantu pengguna dalam membuat atau mengerjakan sebuah aplikasi, kemampuan itu antara lain,
·  membuat program aplikasi yang berbasis Windows.
·  membuat objek-objek yang berfungsi untuk membantu program utama,   seperti  file Help, kontrol ActiveX dan sebagainya.
·  mengetes program serta membuat program final bereksistensi EXE sehingga dapat langsung dijalankan.

Elemen Visual Basic
Dalam Visual Basic terdapat beberapa bagian yang berfungsi untuk membantu dalam tugas-tugas yang menggunakan Visual Basic, elemen-elemen itu:
·  Menu Bar
·  Control Menu
·  Toolbar
·  Jendela Form
·  Toolbox
·  Project Explorer
·  Jendela Properties
·  Form Layout

Visual Basic .NET

Visual Basic .NET

Microsoft Visual Basic .NET adalah sebuah alat untuk mengembangkan dan membangun aplikasi yang bergerak di atas sistem .NET Framework, dengan menggunakan bahasa BASIC. Dengan menggunakan alat ini, para programmer dapat membangun aplikasi Windows Forms, Aplikasi web berbasis ASP.NET, dan juga aplikasi command-line. Alat ini dapat diperoleh secara terpisah dari beberapa produk lainnya (seperti Microsoft Visual C++, Visual C#, atau Visual J#), atau juga dapat diperoleh secara terpadu dalam Microsoft Visual Studio .NET. Bahasa Visual Basic .NET sendiri menganut paradigma bahasa pemrograman berorientasi objek yang dapat dilihat sebagai evolusi dari Microsoft Visual Basic versi sebelumnya yang diimplementasikan di atas .NET Framework. Peluncurannya mengundang kontroversi, mengingat banyak sekali perubahan yang dilakukan oleh Microsoft, dan versi baru ini tidak kompatibel dengan versi terdahulu.

Versi

Terdapat tiga buah versi Visual Basic yang dirilis hingga bulan Agustus 2007, yakni:

Visual Basic .NET 2002 (VB 7.0)

Versi pertama dari Visual Basic .NET adalah Visual Basic .NET 2002 yang dirilis pertama kali pada bulan Februari 2002. Visual Basic .NET 2002 merupakan sebuah bahasa pemrograman visual yang berbasis bahasa BASIC (sama seperti halnya Visual Basic 6.0, tetapi lebih disempurnakan dan lebih berorientasi objek), dan didesain untuk berjalan di atas Microsoft .NET Framework versi 1.0.
Versi 7.0 ini dirilis bersamaan dengan Visual C# dan ASP.NET. Bahasa C#, yang dianggap sebagai jawaban terhadap Java, mendapatkan perhatian yang lebih banyak dibandingkan dengan VB.NET yang kurang begitu banyak diulas. Hasilnya, sedikit orang di luar komunitas Visual Basic yang memperhatikan VB.NET. Versi pertama ini kurang mendapat sambutan yang bagus dari para programmer, dan pada saat itu, program berbasis Visual Basic 6.0 sedang marak-maraknya dibuat. Para programmer yang mencoba Visual Basic .NET untuk pertama kali akan merasakan bahwa Visual Basic .NET sangatlah berbeda dibandingkan dengan Visual Basic sebelumnya. Contoh yang paling mudah adalah runtime engine yang lebih besar 10 kali lipat dibandingkan Visual Basic 6.0, dan juga meningkatkan beban di memori.

Visual Basic .NET 2003 (VB 7.1)

Selanjutnya, pada bulan Maret 2003, Microsoft pun merilis lagi versi yang lebih baru dari Visual Basic .NET, Visual Basic .NET 2003. Versi ini berisi beberapa perbaikan dibandingkan dengan versi sebelumnya, dan aplikasi yang dibuatnya dapat berjalan di atas .NET Framework versi 1.1. Fitur yang ditambahkan adalah dukungan terhadap .NET Compact Framework dan mesin wizard upgrade VB6 ke VB.NET yang telah ditingkatkan. Peningkatan yang lainnya adalah peningkatan pada performa dan keandalan dari Integrated Development Environment (IDE) Visual Basic itu sendiri, dan juga runtime engine.
Visual Basic .NET 2003 tersedia dalam beberapa jenis cita rasa: Professional, Enterprise Architect dan Academic Edition. Khusus untuk Visual Basic .NET 2003 Academic Edition, versi tersebut didistribusikan secara gratis untuk beberapa sekolah di dalam setiap negara; versi Professional dan Enterprise Architect merupakan produk komersial.

Visual Basic 2005 (VB 8.0)

Setelah itu, Microsoft pun berkonsentrasi dalam mengembangkan Microsoft .NET Framework 2.0, dan tentunya alat bantu untuk membangun program di atasnya. Hingga pada tahun 2005, mereka pun merilis versi terbaru dari Visual Basic .NET, yang kali ini disebut dengan Visual Basic 2005 (dengan membuang kata ".NET"), bersama-sama dengan beberapa aplikasi pengembangan lainnya.
Untuk rilis 2005 ini, Microsoft menambahkan beberapa fitur baru, di antaranya adalah:
  • Edit and Continue
    Fitur ini sebelumnya terdapat di dalam Visual Basic, akan tetapi dihapus di dalam Visual Basic .NET. Dengan keberadaan fitur ini, para programmer dapat memodifikasi kode pada saat program dieksekusi dan melanjutkan proses eksekusi dengan kode yang telah dimodifikasi tersebut.
  • Evaluasi ekspresi pada saat waktu desain
  • Munculnya Pseudo-Namespace "My", yang menyediakan:
    • Akses yang mudah terhadap beberapa area tertentu dari dalam .NET Framework yang tanpanya membutuhkan kode yang sangat signifikan.
    • Kelas-kelas yang dibuat secara dinamis (khususnya My.Forms).
  • Peningkatan yang dilakukan terhadap konverter kode sumber dari Visual Basic ke Visual Basic .NET.
  • Penggunaan kata kunci (keyword) Using, yang menyederhanakan penggunaan objek-objek yang membutuhkan pola Dispose untuk membebaskan sumber daya yang sudah tidak terpakai.
  • Just My Code, yang menyembunyikan kode reusable yang ditulis oleh alat bantu Integrated Development Environment (IDE) Visual Studio .NET.
  • Pengikatan sumber data (Data Source binding), yang mampu mempermudah pengembangan aplikasi basis data berbasis klien/server.
Fungsi-fungsi yang tersebut di atas (khususnya My) ditujukan untuk memfokuskan Visual Basic .NET sebagai sebuah platform pengembangan aplikasi secara cepat dan "menjauhkannya" dari bahasa C#.
Bahasa Visual Basic 2005 memperkenalkan fitur-fitur baru, yakni:
  • Bawaan .NET Framework 2.0:
    • Generics
    • Partial class, sebuah metode yang dapat digunakan untuk mendefinisikan beberapa bagian dari sebuah kelas di dalam sebuah berkas, lalu menambahkan definisinya di lain waktu; sangat berguna khususnya ketika mengintegrasikan kode pengguna dengan kode yang dibuat secara otomatis.
    • Nullable Type
  • Komentar XML yang dapat diproses dengan menggunakan beberapa alat bantu seperti NDoc untuk membuat dokumentasi secara otomatis.
  • Operator overloading
  • Dukungan terhadap tipe data bilangan bulat tak bertanda (unsigned integer) yang umumnya digunakan di dalam bahasa lainnya.

Visual Basic 9.0 (Visual Basic 2008)

Versi ini merupakan versi terbaru yang dirilis oleh Microsoft pada tanggal 19 November 2007, bersamaan dengan dirilisnya Microsoft Visual C# 2008, Microsoft Visual C++ 2008, dan Microsoft .NET Framework 3.5.
Dalam versi ini, Microsoft menambahkan banyak fitur baru, termasuk di antaranya adalah:

Hubungan dengan Visual Basic klasik

Apakah Visual Basic .NET dianggap sebagai sebuah versi Visual Basic atau benar-benar bahasa yang berbeda merupakan sebuah topik perdebatan yang hangat. Hal ini dikarenakan sintaksis bahasa Visual Basic .NET tidak mengalami perubahan yang sangat drastis, dan hanya menambahkan beberapa dukungan fitur baru seperti penanganan eksepsi secara terstruktur dan ekspresi yang bisa di-short-circuit-kan. Dua perubahan tipe data pun terjadi saat berpindah ke Visual Basic .NET. Dibandingkan dengan Visual Basic 6.0, tipe data Integer yang dimiliki oleh Visual Basic .NET memiliki panjang dua kali lebih panjang, dari 16 bit menjadi 32 bit. Selain itu, tipe data Long juga sama-sama berubah menjadi dua kali lipat lebih panjang, dari 32 bit menjadi 64 bit. Bilangan bulat 16-bit dalam Visual Basic .NET dinamakan dengan Short. Lagi pula, desainer GUI Windows Forms yang terdapat di dalam Visual Studio .NET atau Visual Basic .NET memiliki gaya yang sangat mirip dengan editor form Visual Basic klasik.
Jika sintaksis tidak banyak yang berubah, lain halnya dengan semantik, yang berubah secara signifikan. Visual Basic .NET merupakan sebuah bahasa pemrograman yang mendukung fitur "Bahasa Pemrograman Berorientasi Objek" secara penuh, karena memang didukung oleh arsitektur Microsoft .NET Framework, yang mengandung kombinasi dari Common Language Runtime dan Base Class Library. Visual Basic klasik, hanya merupakan sebuah bahasa pemrogaman berbasis objek, yang berjalan di atas arsitektur Component Object Model (COM).
Perubahan ini telah mengubah banyak asumsi tentang hal yang benar yang harus dilakukan dengan mempertimbangkan performa dan kemudahan untuk dipelihara. Beberapa fungsi dan pustaka perangkat lunak, yang ada di dalam Visual Basic klasik, kini tidak terdapat di dalam Visual Basic .NET; mungkin masih banyak yang masih terdapat di dalam Visual Basic .NET, tapi tidak seefisien apa yang ditawarkan oleh .NET Framework. Bahkan jika program Visual Basic klasik bisa dikompilasi dengan benar, sebagian besar program Visual Basic klasik harus melalui beberapa proses refactoring untuk mengadopsi fitur bahasa baru secara keseluruhan. Dokumentasi untuk ini pun tersedia di situs Microsoft[1].

Contoh Pemrograman

Contoh program sederhana dalam bahasa Visual Basic .NET yang dipakai untuk menghitung jumlah pembayaran dari m_item buah barang dengan harga m_price per item ditambah 5% pajak penjualan: [2].
Dim m_item, m_price, tax, total As double
  m_item = double.Parse(textBox1.Text)
  m_price = double.Parse(textBox2.Text)
  tax = 0.05
  total = m_item * m_price * (1 + tax)
  label5.Text = total.ToString()
  MessageBox.Show("Well Done.")
Berikut ini adalah contoh lain dari program Visual Basic yang menggunakan objek CheckBox dan ComboBox untuk menghitung jumlah kredit mata kuliah yang diambil oleh seorang mahasiswa (masing-masing mata kuliah = 3 kredit):
Dim total As Integer
total = 0 ' awal dari jumlah kredit total
If (CheckBox1.Checked = True) Then 'boleh memilih semua checkbox
            total += 3
        End If
        If (CheckBox2.Checked = True) Then
            total = total + 3
        End If
        If (CheckBox3.Checked = True) Then
            total = total + 3
        End If
If (ComboBox1.SelectedIndex = 0) Then 'hanya bisa memilih satu
            total = total + 3
        ElseIf (ComboBox1.SelectedIndex = 1) Then
            total = total + 3
        ElseIf (ComboBox1.SelectedIndex = 2) Then
            total = total + 3 
        End If

koneksi Vb DENGAN basis data.

Koneksi VB DENGAN Basis Data

 
 
 
 
 
 
i
 
10 Votes
Quantcast
Untuk dapat mengakses suatu database dari visual basic, Anda harus membuat koneksi UNTUK dapat mengakses suatu database yang visual basic Dari, cara membuat koneksi ANDA Harus   ke database tersebut. ke basis data tersebut. Visual basic dapat menangani berbagai database, teks bakan worksheet excel. Visual basic dapat menangani Berbagai database, Teks Bakan worksheet excel. Terdapat beberapa cara yang tersedia untuk itu sesuai dengan database yang digunakan Terdapat beberapa cara Yang Tersedia UNTUK ITU DENGAN Sesuai database yang digunakan Yang
Cara 1. Cara 1. Menggunakan Object ADO Obyek Menggunakan ADO
Anda dapat menggunakan icon Adodc (Microsoft ActiveX Data Objects Data Control) pada toolbox. ANDA dapat menggunakan ikon Adodc (Microsoft ActiveX Data Objects Data Control) PADA toolbox. Jika pada toolbox tidak terdapat icon Adodc, Anda dapat menambahkannya dengan memilih menu Project, Components (Ctrl+T) lalu beri tanda pilih pada Microsoft ADO Data Control (OLEDB) dan klik Apply. Sekarang kita akan mencoba mengaitkan database Ms. Acess yang diberi nama Pembelian.mdb. Jika PADA toolbox terdapat ikon Adodc Tidak, ANDA dapat menambahkannya DENGAN Puyeng menu Project, Components (Ctrl + T) pilih Tanda hari lalu beri PADA Microsoft ADO Data Control (OLEDB) murah klik Terapkan. SEKARANG Kita Akan Mencoba mengaitkan basis data Ms Acess Yang diberi Nama Pembelian.mdb. Untuk itu, lakukan langkah-langkah sebagai berikut: UNTUK ITU, lakukan Langkah-Langkah sebagai berikut:
  1. Pilih menu File lalu New. Pilih menu File Baru hari lalu.
  2. Pilih VB Enterprise (Professional) Edition Controls. Pilih VB Enterprise (Professional) Edition Controls.
  3. Klik OK. Klik OK.
  4. Klik ganda pada folder Forms pada jendela proyek lalu klik ganda pada Form 1 sampai muncul tampilan form. Klik ganda folder PADA Bentuk Jendela Proyek PADA hari lalu klik ganda PADA Formulir 1 sampai Muncul Tampilan bentuk.
  5. Klik icon Adodc pada toolbox. Klik ikon Adodc PADA toolbox.
  6. Klik dan seret pada jendela form, sehingga muncul tampilan seperti Gb. Klik murah seret PADA Jendela bentuk, sehingga Muncul Tampilan seperti Gb. Objek yang tergambar dalam form disebut objek data. Objek Yang tergambar Dalam, bentuk disebut objek data.
  7. Tentukan properti data sebagai berikut: Tentukan properti sebagai berikut Data:
    1. Name db Nama db          Pembelian Pembelian
    2. Caption Data Barang Keterangan Barang data
    3. EO FAcction EO FAcction    2 2
  8. Tentukan properti ConnectionString dengan cara mengklik tombol … pada kolom ConnectionString sehingga muncul tam pilan seperti pada Gb Tentukan properti ConnectionString DENGAN cara mengklik Tombol ... PADA Kolom ConnectionString sehingga tam pilan seperti Muncul PADA Gb
  9. Pilih OptionButton pada Use Connection String lalu klik Build sehingga muncul tampilan seperti pada Gb Pilih OptionButton PADA Gunakan Koneksi String hari lalu klik Build sehingga Muncul Tampilan seperti PADA Gb
  10. Pilih Microsoft Jet 4.0 OLEDB Provider lalu klik Next. Pilih Microsoft Jet 4.0 OLEDB Provider hari lalu klik Berikutnya.
  11. Pilih (dengan mengklik tombol …) atau ketik nama database yang dipakai pada kolom Select or enter a database name. Pilih (DENGAN mengklik Tombol ...) atau ketik Nama database yang dipakai PADA Kolom Yang Pilih atau masukkan nama database.
  12. Klik Test Connection jika perlu, lalu kllk OK dua kali sampai tampilan kembali ke jendela Form. Uji Koneksi klik jika njaluk, kllk hari lalu OK doa kali Sampai Kembali Ke Tampilan Formulir Jendela.
  13. Tentukan properti RecordSource dengan cara mengklik tombol pada kolom RecordSource sehingga muncul tampilan seperti pada Gb Tentukan properti RecordSource DENGAN cara mengklik Tombol PADA Kolom RecordSource sehingga Muncul Tampilan seperti PADA Gb
  14. Pada kolom Command Type pilih 2-adCmdTable. PADA Kolom Command Tipe pilih 2-adCmdTable. Setelah kolom ini diisi, maka Anda akan dapat mengisi kolom Table or Stored Procedure Name. Kolom ini diisi Setelah, Maka ANDA Akan Mengisi Kolom Tabel dapat atau Nama Stored Prosedur. lsilah dengan memilib tabel Barang seperti pada Gb lsilah DENGAN memilib Tabel Barang seperti PADA Gb
  15. Klik OK. Klik OK.
  16. Simpan form dan proyek dengan nama VB-Lat-01 Simpan bentuk murah Proyek DENGAN VB-Lat Nama-01

Cara 2: Mendeklarasikan Objek Ado Cara 2: Mendeklarasikan Objek Ado
Object ado dapat dideklarasi melalui coding. Obyek dapat dideklarasi melalui basa-basi coding. Tiga object bawaan ADO dalam pengembangan aplikasi adalah : Tiga objek bawaan ADO Dalam, pengembangan aplikasi adalah:
1. 1. Obcet Connection Obcet Koneksi
untuk menangani koneksi antara program dengan sumber data atau server. UNTUK menangani koneksi ANTARA Program DENGAN sumber data yang atau server. Deklarasi dapat bersifat lokal maupun global serta dapat diletakan pada level form, modul atau class modul. ADO paling umum membuka suatu koneksi dengan menggunakan obyek Connection Open metoda. Deklarasi dapat bersifat Lokal maupun global yang dapat diletakan PADA Serta tingkat bentuk, modul atau modul kelas. ADO pagar Umum Membuka suatu koneksi DENGAN menggunakan obyek Connection Buka metoda. Sintaks untuk Metoda Open ditunjukkan sbb: Sintaks UNTUK Metoda Buka ditunjukkan sbb:  
Dim connection as New ADODB.Connection Dim koneksi seperti ADODB.Connection Baru
connection. Open ConnectionString , UserID , Password , OpenOptions koneksi. Open ConnectionString, UserID, Password, OpenOptions
Sebagai alternatif, anda dapat menggunakan teknik pintas, recordset.Open, untuk membuka koneksi yang tersembunyi dan mengeluarkan suatu perintah atas koneksi dalam satu operasi. Sebagai alternatif, ANDA dapat menggunakan teknik Pintas, recordset.Open, UNTUK Membuka koneksi Yang tersembunyi murah mengeluarkan suatu perintah koneksi Atas Dalam, Satu Operasi. Lakukan hal ini dengan mengaktivkan suatu koneksi yang valid seperti argumentasi ActiveConnection ke Metoda Open. Lakukan Hal ini mengaktivkan suatu koneksi DENGAN Yang berlaku seperti argumentasi ActiveConnection ke Metoda Open. Ini adalah sintaksis untuk masing-masing metoda di Visual Basic: Ini adalah sintaksis Masing-Masing UNTUK metoda di Visual Basic:
Dim recordset as ADODB.Recordset Set Dim recordset sebagai ADODB.Recordset Set
recordset = New ADODB.Recordset recordset = New ADODB.Recordset
recordset. Open Source , ActiveConnection , CursorType , LockType , Options recordset. Open Sumber, ActiveConnection, CursorType, LockType, Pilihan
Contoh : Contoh:
Deklarasi object Connection: Deklarasi object Connection:
Dim cn As New ADODB.Connection Dim cn Sebagai ADODB.Connection Baru
atau atau
Public cn As New ADODB.connection Public cn Sebagai ADODB.Connection Baru
Selanjutnya mengalokasikan memori untuk onject connection sbb: Selanjutnya mengalokasikan Memori UNTUK onject koneksi sbb:
Set cn = New ADODB.Connection Set cn = New ADODB.Connection
Kemudian isi property object connoction tersebut sbb: Kemudian isi properti obyek connoction tersebut sbb:
Contoh berikut adalah property untuk MSSQL Server Contoh berikut adalah properti UNTUK MSSQL Server
cn.connectionString = “Perovider=SQLOLEDB;” & _ cn.connectionString = "Perovider = SQLOLEDB;" & _
”Server=NamaServer; ” & _ "Server = NamaServer;" & _
“Initial catalog= inventory” & _ "Katalog persediaan awal =" & _
“user Id = zulidamel” _ "Pengguna Id = zulidamel" _
“Password=terserah” "Password = terserah"
cn.Open cn.Open
atau atau
koneksi = “Perovider=SQLOLEDB;” & _ koneksi = "Perovider = SQLOLEDB;" & _
”Server=NamaServer; ” & _ "Server = NamaServer;" & _  
“Initial catalog= inventory” & _ "Katalog persediaan awal =" & _
“user Id = zulidamel” _ "Pengguna Id = zulidamel" _
“Password=terserah” "Password = terserah"
cn.Open koneksi cn.Open koneksi
Jika tidak ingin menggunak authentik pada proses koneksi gunakan cara berikut: Jika Tidak Ingin menggunak authentik PADA proses koneksi gunakan cara berikut:      
koneksi = “Provider=SQLOLEDB.1;” & _ koneksi = "Provider = SQLOLEDB.1;" & _
“Integrated Security Info=False;” & _ "Integrated Security Info = False;" & _
“Data Source = NamaServer” "Data Source = NamaServer" cn.Open koneksi Bila koneksi sudah tidak diperlukan tutuplah koneksi dengan perintah cn.Open koneksi Bila Sudah Tidak diperlukan koneksi tutuplah koneksi DENGAN perintah
”Set cn = Nothing” "Set cn = Nothing"

2. 2. Object Command Object Command
Digunakan untuk perintah SQL ke sumber data atau server. Digunakan perintah SQL UNTUK ke sumber data yang atau server. Deklarasi object command sbb: Deklarasi objek perintah sbb:
Dim CmdBarang As New ADODB.Command Dim CmdBarang As New ADODB.Command
atau atau
Public Cmd as New ADODB.Command Public Cmd seperti New ADODB.Command
selanjutnya alokasikan memori untuk object Command sbb: Selanjutnya alokasikan Memori UNTUK object Command sbb:
Set CmdBarang = New ADODB.Command Set CmdBarang = Baru ADODB.Command
Kemudian Isi property object command Kemudian Isi properti objek perintah
CmdBarang.ActiveConection = cn CmdBarang.ActiveConection = cn
CmdBarang.CommandText = “select * from barang” CmdBarang.CommandText = "select * from barang"
CmdBarang.CommandType = adCmdText CmdBarang.CommandType = adCmdText

3. 3. Object Recordset Obyek Recordset
Digunakan sebagao penampung hasil eksekusi dalam bentuk tabel. Digunakan sebagao penampung hasil eksekusi Dalam, Bentuk Tabel. Deklarasi object record sbb: Deklarasi objek catatan sbb:
Dim rsBarang As New ADODB.Recordset Dim As New ADODB.Recordset rsBarang
atau atau
Public rsBarang As New ADODB.Recordset Publik rsBarang Sebagai ADODB.Recordset Baru
selanjutnya alokasikan memori ynryk object recordset sbb: Selanjutnya alokasikan Memori ynryk objek recordset sbb:
Set rsBarang = New ADODB.recordset Set rsBarang = New ADODB.Recordset
lalu isikan property object record set hari lalu isikan properti obyek rekor
rsBarang.CusrsorTYpe = adOpenDynamic rsBarang.CusrsorTYpe = adOpenDynamic
rsBarang.LockType = adLockOptimistic rsBarang.LockType = adLockOptimistic
rsbarang.Open cmdBarang rsbarang.Open cmdBarang
atau atau
rsbarang,open CmdBarang,, adOpenDynamic, adlockOptimistic, adCmdtext rsbarang, CmdBarang terbuka,, adOpenDynamic, adlockOptimistic, adCmdText


Data Control Data Kontrol
Visual Basic terus berkembang dalam pengembangan general purpose Windows, tetapi kemampuan database tidaklah bagian murni dari desainnya. Visual Basic Terus berkembang Dalam, tujuan umum pengembangan Windows, tetapi kemampuan database yang murni tidaklah BAGIAN Dari desainnya. Data Control, Kontrol data,   Visual Basic menambahkan, membuat Visual Basic suatu alat yang jauh lebih tangguh untuk pembuatan pemrograman database. Visual Basic menambahkan, cara membuat Visual Basic suatu alat Yang Jauh Lebih tangguh UNTUK Pembuatan Pemrograman database.

Data-control.jpg Data Control memberikan kemudahkan untuk mendapat data ke dalam program anda. Data Control memberikan kemudahkan UNTUK mendapat data yang ke Dalam, Program ANDA. Anda dapat dengan mudah mengaitkan ANDA DENGAN Mudah dapat mengaitkan   suatu file database, lalu mengaitkan suatu file database, mengaitkan hari lalu   data lainnya Data lainnya   untuk memindahkan data dari database ke aplikasi anda dan sebaliknya. UNTUK memindahkan Data Dari Database ke aplikasi ANDA murah sebaliknya. Data Control pada suatu database dan menetapkan tabel mana yang akan diambil, lalu mengaitkan Kontrol data suatu database yang murah PADA menetapkan Tabel mana Yang Akan diambil, mengaitkan hari lalu   ke pengendali Data Control, menetapkan ke pengendali Data Control, menetapkan   field yang akan ditampilkan. Yang Akan ditampilkan lapangan. Pada waktu itu aplikasi anda dapat mengambil, menampilkan, memperbaharui dan membuat database merekam. Waktu ITU PADA ANDA dapat mengambil aplikasi, menampilkan, memperbaharui cara membuat database yang merekam murah. Alir data di dalam skenario ini ditandai pada gambar. Alir Data di Dalam, skenario ini ditandai PADA gambar.